Monday, March 21, 2016

MINI Cooper Clubman Akhirnya Meluncur di Indonesia

mini cooper clubman s

AutoGadgetpro.blogspot.com - Jika pernah merasakan bagaimana MINI Cooper 5 Door yang dibuat MINI untuk memperkaya line-up Cooper, pasti merasakan ruang belakangnya tidak begitu lega untuk dihuni orang dewasa. Masih lebih baik dibandingkan Cooper 3 pintu memang, tapi andai saja bisa lebih lega. Nah, bagi maniak MINI Cooper yang masih butuh ruang di belakang karena suka bepergian ramai-ramai, coba cek dulu MINI Cooper Clubman yang belum lama ini dihadirkan di sini.
Sebelum bahas ruang belakang, ada satu hal yang terlintas di benak kami saat pertama kali mengenal Clubman, terutama soal kategorinya. Ada apa dengan mobil ini? Begini sih, mau dibilang mobil keluarga, agak kependekan, tapi kalau mau dibilang hatchback, kepanjangan bentuknya. Jadi kami simpulkan saja kalau dia ini adalah sejenis shooting brake. Secara tampilan, dia lebih mirip ke Cooper ketimbang Countryman.
mini cooper clubman
Dibanding Clubman lawas, mobil ini lebih panjang dan lebar. Jujur saja, kami tidak suka MINI Clubman yang sebelumnya karena desainnya tidak proporsional, tapi yang ini kami suka karena desainnya lebih cakep. Di Indonesia, Clubman hadir dalam 2 tipe, yang standar dan yang S. Sama seperti Cooper, versi S tampil jauh lebih sporty dan dinamis di eksteriornya, berkat bumper baru, air scoop di kep mesin dan pelek yang lebih besar.
split tailgate mini cooper clubman
Salah satu tradisi Clubman adalah split tailgate alias pintu bagasi yang terpisah membukanya, ke kiri dan kanan seperti pintu wardrobe. Unik, karena hal ini tidak ada di shooting brake lainnya. Membuka pintu ini tidak harus via handle-nya, karena bisa mengayunkan kaki di sisi bawah bumper untuk membukanya secara otomatis. Yang terbuka adalah pintu kanan dulu, dan harus mengayunkan kaki lagi jika ingin membuka pintu kirinya.
mini cooper clubman rear
Untuk menutup pintunya, ada urutan tersendiri, yakni harus menutup pintu kiri dulu, barulah yang kanan bisa ditutup, karena pengait pintu belakang kanan tertanam di pintu belakang kiri. Perlu diperhatikan juga, split tailgate seperti ini membuat visibilitas belakang Clubman jadi terbatas, terutama kalau melihat dari spion tengahnya karena ada pilar yang menghalangi kaca bagian tengah dan memperbesar blind spot.
welcome light mini cooper clubman
Sebelum masuk ke Clubman, ada logo MINI yang diproyeksikan dari spion samping yang akan menyapa kita. Interior Clubman masih identik dengan Cooper, namun di Clubman S kita mendapatkan doortrim dengan iluminasi LED yang ciamik dan bisa diatur-atur warna dan tampilannya. Pada Clubman anyar, rem parkirnya sudah elektronik, tapi hanya Clubman S yang punya jok elektrik, panoramic sunroof dan touchpad.
interior mini clubman s
Tapi ruang belakang Clubman adalah satu yang menjadi daya tarik konsumen MINI yang masih suka guyub dengan para koleganya. Ruang belakangnya jauh lebih manusiawi dan proper untuk dihuni penumpang daripada MINI Cooper 5 Door sekalipun, bisa muat 3 orang yang tidak suka memamerkan kebesarannya (baca : tidak gendut). Tidak hanya kabin belakangnya, bagasinya pun lebih lega daripada Cooper 5 Door. Wajar sih, toh dimensi Clubman juga lebih bongsor.
ruang belakang mini cooper clubman
Pilihan mesinnya ada dua, 1.500 cc 3 silinder turbo dengan 136 hp dan 220 Nm untuk tipe standar dan 2.000 cc 4 silinder turbo dengan 192 hp dan 280 Nm untuk yang S. Kami sempat test drive Clubman ini sebentar, performa serta pengendaliannya masih mirip dengan Cooper, but with less harshness. Maksudnya, Clubman ini lebih nyaman dari Cooper biasa, sehingga lebih cocok buat dipakai harian. Orang yang bukan fans MINI atau bukan enthusiast driver pun sepertinya bisa mudah menerima karakter pengendaraan mobil ini.
mini cooper s clubman
Harga off the road MINI Cooper Clubman adalah 669 juta Rupiah, sementara untuk varian S nak hingga 869 juta Rupiah, dan sekarang sudah bisa dijumpai di dealer-dealer MINI seluruh Indonesia. Bagi saya, Clubman adalah pilihan yang paling rasional jika Cooper 5 Door standar itu masih tanggung dalam hal keluasan kabin. Apa opinimu mengenai Clubman ini? Sampaikan di kolom komentar

- sumber Autonetmagz.com

First Impression Review Honda BR-V S Manual

Review harga dan spek Honda BR-V Indonesia


AutoGadgetpro.blogspot.com - Rasanya baru kemarin Review Honda BR-V di Twin Ring Motegi kami tulis untuk para pembaca. Sekarang kami bisa melihat secara langsung Honda BR-V tipe termurah dengan harga 224,5 juta di salah satu mall besar di Jawa Barat, tepatnya di Trans Studio Mall. Tidak seperti saat GIIAS 2015 dan IIMS 2015, mobil ini sudah tidak dibatas-batasi lagi.
Artinya, siapa saja bisa menjamah untuk melihat bagaimana sih sebenarnya Honda BR-V ini, termasuk kami. Sayangnya, yang ditampilkan ini adalah BR-V S manual alias varian termurah, padahal kami sedang penasaran dengan tipe E atau Prestige dari BR-V. Tidak apa-apa deh, langsung saja kita bahas mobil ini secara lengkap.
Baca Juga : Review Honda BR-V di Sirkuit Twin Ring Motegi Jepang
Eksterior
Karena eksterior sudah jelas terpampang dan dapat dilihat secara langsung oleh semua orang, jadi sudah tidak ada lagi batasan jika konsumen mau menelitinya dari jarak dekat. Eits, ada yang menarik nih sebelum kita masuk ke interior, kami menemukan beberapa bagian body kit Honda BRV tipe S manual ini kurang rapi seperti gambar di bawah ini, kami tampilkan celah antara kaca depan dan panel bodi yang renggang sekali. Semoga saja fit and finish yang tidak rapi ini hanya terjadi pada mobil display ini saja.
celah bodi honda br-v
Biar tidak mirip-mirip amat dengan Mobilio, front fascia didesain ulang dengan total. Di tipe S yang termurah saja, dia sudah punya lampu projector dan gril berlapis batang chrome yang besar dan tegas. Bumper depannya terlihat tough dengan aksen-aksen menyerupai pahatan di sekitar rumah foglamp, bumper protector di depan dan belakang saja hadir lho. Niat dan ganteng juga ubahannya.
detail honda br-v
Dari samping, sebenarnya masih terasa kemiripannya dengan Mobilio, terutama di patahan kaca penumpang baris kedua. Bedanya dengan Mobilio, tidak ada aksen hitam yang menyambung ke kaca belakang seolah ingin membentuk floating roof. BR-V lebih jangkung dari Mobilio, karena ground clearance-nya mencapai 201 mm, sedikit melebihi Ford EcoSport sekarang yang 200 mm.
detail samping honda br-v
Kosmetik crossover termasuk over fender dan body moulding yang gagah, termasuk roof rail yang benar-benar berguna jika ingin dipakai sebagai dudukan roof box, bukan hanya hiasan seperti pada Mobilio RS. Pelek 16 incinya punya desain yang keren, dibalut ban Dunlop berprofil tebal dengan ukuran 195/60 R16. Di tipe S ini, tidak banyak chrome yang norak dan bikin sakit mata.
honda br-v 2016 samping
Berlanjut ke sektor buritan, tadinya kami kira lampu rem BR-V sudah bertipe LED, tapi ternyata hanya bohlam biasa yang pendarannya dibuat mirip LED bar. Desain bagian belakangnya masih lumayan bagus, utama di bagian pahatan bumper belakang, under body protector dan bagian atap belakang yang didesain biar seolah-olah sudah ber-spoiler, padahal belum.
honda br-v belakang
Tapi ada hal yang sama dengan Honda Mobilio di sini. Ingat saat kami bertiga mereview Honda Mobilio Prestige dan menunjuk kaca belakang yang tidak dilengkapi defogger untuk sebuah mobil 200 jutaan? Di BR-V ini juga tidak ada defogger tapi sudah ada wiper belakang. Sensor parkir radar juga tidak ada di sini, yang ada hanya sensor parkir “jeduk”. Tandanya, jika anda mundur dan ada bunyi “jeduk”, itu pertanda jika parkir anda sudah cukup.
Interior
Sekarang kita masuk ke dalam interiornya. Duduk di kursi mobil ini terasa cukup nyaman menopang tubuh seperti halnya kursi Honda Mobilio, perbedaannya kita sudah mendapatkan head rest adjustable di mobil ini, sedangkan Mobilio masih menggunakan tipe fix yang menyatu dengan sandaran.
interior honda br-v 2016
Awalnya kami mengira kursi depan mobil ini berbagi desain dengan Honda Jazz, namun kenyataannya kursi mobil ini merupakan kursi Honda Brio/Mobilio yang dimodifikasi dengan head rest adjustable. Soal built quality ya masih sama saja, masih tipis dan di beberapa bagian rangka kursi masih bisa tersentuh jika kita memperhatikan dengan detail atau menekan joknya.
jok pengemudi honda br-v
Duduk di kursi mobil ini memang terasa seperti halnya duduk di Honda Brio/Mobilio. Seperti halnya kedua mobil tersebut, Honda BR-V pun masih terasa ke-LCGC-annya dari fungsi pengaturan di mobil ini, kita tidak mendapatkan telescopic steering, seatbelt height adjuster, bahkan di tipe tertingginya kita tidak mendapatkan seat height adjuster untuk kursi pengemudi. Dengan kata lain, pengaturan posisi mengemudinya tidak banyak.
setir honda br-v
Setir mobil ini berbagi desain yang sama dengan Honda Brio/Mobilio, untuk tipe E, kita tidak akan mendapatkan steering switch control sebagaimana Honda Mobilio RS. Jika anda ingin mendapatkan fitur tersebut, anda harus upgrade ke varian E atau Prestige yang paling mahal. Oh ya, berbeda dengan BR-V spek Indonesia, BR-V Thailand memakai setir Honda Civic FD meski ada juga yang pakai setir Brio.
spidometer honda br-v
Spidometer mobil ini terasa sangat familiar jika anda pernah menggunakan Honda Jazz 2015 yang pernah kita review disini. Di Honda BR-V dibuat lebih simpel dan sederhana tanpa lampu-lampu eco indicator yang bisa berubah warna menyesuaikan gaya berkendara kita. Di varian termurah ini kita tidak akan menemukan gear indicator di sebelah kiri dan MID yang disematkan mobil ini terasa sangat sederhana, namun di varian yang lebih mahal, MID-nya lebih bagus.
sunatan fitur honda br-v
Soal dashboard, Honda BR-V menggunakan dashboard Honda Jazz yang mengalami modifikasi pada beberapa bagian, lihat saja ventilasi AC dan elemen desain atas mobil ini sama persis seperti Honda Jazz, namun di bagian bawahnya tampak berbeda. Sebagai varian termurah, mobil ini memiliki head unit aftermarket yang bisa memutar CD, USB dan AUX tanpa koneksi Bluetooth. Di sisi kanan pengemudi pun terlihat sunatan fitur untuk start-stop engine yang ada di BR-V Thailand tapi tak ada di Indonesia, sementara VSA dan hill start assist baru muncul di varian yang lebih mahal.
head unit honda br-v
Di bagian bawahnya kita mendapatkan panel kontrol AC elektronik yang membuat tampilan AC mobil ini terasa mewah, tapi Honda cukup cerdik untuk melakukan cost down di panel AC digital ini, karena Honda menyunat fitur Auto AC yang memang jarang digunakan oleh orang Indonesia. Menurut kami ini cerdik karena bisa memberikan kesan mewah dibandingkan dengan menghadirkan fitur Auto AC pada panel analog yang tidak terasa mewah.
ac honda br-v
Melihat fit and finish dari mobil ini rasanya sama saja dibandingkan dengan Honda Brio/ Mobilio, karena kita masih menemukan celah antar panel yang cukup lebar seperti di bagian antara dashboard dengan doortrim dan material seperti panel bermotif sarang tawon ini terasa ringkih jika dipegang. Bagian atas dashboard pun ketika dipegang sedikit turun seperti halnya Honda Brio/Mobilio. Material plastiknya pun murahan dan berbunyi agak nyaring ketika diketuk-ketuk.
doortrim honda br-v
Sekarang soal door trim, masih sama persis dengan Honda Brio/Mobilio dari segi desain dan material, penggunaan warna hitam seperti milik Mobilio RS ini cukup bagus untuk menutupi kekurangannya. Sebaiknya Honda memberikan sedikit improvement dengan memberikan bahan fabric pada door trim agar terlihat lebih mewah.
storage honda br-v
Kepraktisan Honda BR-V tergolong standar-standar saja. Ada 2 cup holder dekat tuas transmisi, storage di depannya mempunyai power outlet 12V, ada penyimpanan kecil di sisi kanan pengemudi dan glovebox-nya lebih lega daripada Mobilio/Brio. Kantong di doortrim depan maupun belakang tetap hadir, dan penyimpanan untuk bangku baris kedua hanya bisa di cup holder belakang rem tangan kantong di balik jok penumpang depan.
honda br-v baris tengah
Lanjut, sekarang kita ke bagian belakang. Karena mobil ini masih menggunakan desain kursi yang sama dengan Honda Mobilio, maka tidak heran jika ukuran kabin mobil ini sama persis dengan Mobilio, masih lega dan leluasa baik untuk legroom dan headroom. Jika merasa kurang, kita tinggal menggeser kursi tengah maju atau mundur. Foto menunjukkan posisi sliding paling maju dan paling mundur.
ruang honda br-v
Seperti halnya Honda Mobilio, kami masih menemukan hal-hal yang kurang berkenan di mobil ini, sebut saja seperti kaki-kaki kursi yang tidak di tutupi oleh plastik, penggunaan bahan kursi yang kelewat tipis dan minusnya arm rest pada bangku baris tengah. Untungnya di kursi baris tengah kita sudah mendapatkan kursi ISOFIX untuk meletakkan baby seat dan nilai plus lainnya pada mobil ini ada pada penggunaan material kursi yang lebih baik dibandingkan dengan Brio/Mobilio.
baris ketiga honda br-v
Terakhir, karena mobil ini masih memiliki interior yang sama dengan Mobilio, maka kursi baris belakang dan bagasi belakang mobil ini masih sama persis dengan Mobilio dari kenyamanan dan bentuknya, kursi belakang BR-V bisa memuat penumpang dewasa lebih baik dibandingkan dengan Toyota Rush dan Daihatsu Terios meski bagian paha penumpang dewasa tidak akan ter-support penuh, tapi wajar kok. Hal bagusnya, headrest-nya full size dan bisa diatur-atur.
penyimpanan honda br-v
Sedikit catatan kami untuk BR-V dan Mobilio, kami tidak suka penempatan speaker di kursi baris terakhir karena membuat kuping penumpang belakang pengang karena terlalu dekat posisinya dengan kuping penumpang belakang. Kami juga heran dengan storage yang sepertinya didesain untuk menaruh HP, karena storage HP di kanan kedalamannya melebihi yang kiri. Kenapa tidak dibikin sama saja ya?
bagasi honda br-v
Kami sangat suka dengan ruang bagasinya yang lega, bisa memuat barang-barang dengan baik seperti halnya Mobilio. Sayangnya, sama seperti Mobilio juga, kain penutup pintu bagasi bagian dalam tidak dikerjakan dengan baik, karena masih bisa ditarik-tarik sampai terlihat rongga bagian dalamnya. Plastik di sisi kiri-kanan dinding bagasi juga kelihatan murahan dan gampang digoyang-goyangkan. Kekurangan lainnya, tidak ada tuas pembuka bagasi di bagian bawah jok pengemudi.
finishing honda br-v
Pelipatan kursi baris ketiganya masih amat-sangat mirip dengan Mobilio, jadi jika anda mau melipat kursi baris kedua dan ketiga bersamaan, anda tidak akan mendapatkan ruang bagasi yang rata lantai seperti Suzuki Ertiga atau Nissan Grand Livina. Ban serep BR-V juga sama dengan Mobilio, tersembunyi di kolong mobil.
pelipatan kursi honda br-v
Mesin
Membuka kap mesin mobil ini rasanya mesin mobil sedikit lebih lega dan lebih turun dibandingkan dengan Mobilio. Wajar sih, karena bonnet Honda BR-V dibuat lebih tegak dan tinggi sehingga ruang mesin terasa lebih lega. Seperti halnya Honda Brio dan Mobilio, bagian dalam mesin mobil ini tidak dicat, namun terasa sedikit lebih rapi karena tidak begitu meluber seperti Honda Brio.
kap mesin honda br-v
Kami tidak usah susah-susah memperkenalkan mesinnya. Mesin L15Z1 ini sama dengan milik Honda Jazz, City dan Mobilio, bisa melontarkan 120 PS di 6.600 rpm dan 145 Nm di 4.600 rpm. Dengan torsi dan tenaga yang baru ada di rpm tinggi, kami sedikit berpikir soal berisiknya raungan mesin 1.500 cc 4 silinder ini saat anda butuh performa maksimal.
mesin honda br-v
Dengan pilihan transmisi CVT atau manual 6 speed, Honda BR-V hanya tersedia dalam penggerak roda depan. Jika anda penasaran dengan rasa mesin ini, kami wakili via video test drive review Honda Jazz dan Mobilio di akhir artikel, karena mesinnya sama dan rasanya bisa cukup mewakili seperti apakah mesin itu.
Baca Juga : Review Honda Mobilio
Kesimpulan
Setelah kami lihat secara seksama dan mendetail, Honda BR-V ini sebenarnya tidak ada ubahnya dengan Honda Mobilio yang ditinggikan dan ditambahkan beberapa improvement untuk membuatnya lebih wah. Kurang lebih rasanya seperti Honda Mobilio yang mendapatkan facelift dengan berbagai pembenahan mulai dari bentuk dashboard, kursi depan dengan adjustable head rest dan tambahan AC digital, sayangnya built quality, fit and finish di mobil ini masih kurang layak untuk mobil seharga 200 juta keatas.
wallpaper honda br-v depan
Lihat Juga : Ini Dia Harga Honda BR-V
Mengingat Honda BR-V tipe S manual ini dibanderol dengan harga 224.5 juta Rupiah dan fitur yang cukupan, menurut kami Honda BR-V tipe terendah pun sudah bisa menjadi pilihan untuk anda jika anda sedang mencari sebuah crossover. Tetapi jika budget anda tidak cukup untuk BR-V S manual ini, rasanya mengambil Honda Mobilio Tipe E pun tidak menjadi masalah karena fasilitas yang didapatkan kurang lebih hampir sama saja dengan BR-V.
wallpaper honda br-v belakang
Jangan lupa, karena berbasis Mobilio, sudah pasti BR-V menjamin ruang yang lega di semua baris, bagasi yang lega, kepraktisan cukup dan penampilannya sangat tampan dibanding rival sejenis seperti Nissan Grand Livina X-Gear atau duet SUV Toyota Rush-Daihatsu Terios. Bukan mustahil kalau BR-V bisa merebut konsumen mobil-mobil yang sudah kami sebut tadi, bahkan mungkin bursa mobil seken bakal banyak menampilkan Honda Mobilio yang dijual dengan alasan jual ingin upgrade ke BR-V. Apalagi BR-V kan tidak dipakai jadi taksi.
Bagaimana pendapat anda? Sampaikan dalam kolom komentar!

- sumber Autonetmagz.com

Komparasi Toyota Fortuner VS Mitsubishi Pajero Sport

komparasi mitsubishi pajero sport vs toyota fortuner

AutoGadgetpro.blogspot.com - Mumpung masih kinyis-kinyis kedua SUV ladder frame ini diluncurkan di bumi Indonesia, praktis Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport sekarang bisa beradu satu sama lain, untuk membuktikan kenapa mereka layak dipuji dan kekurangan apa yang bisa bikin konsumen berpikir dua kali. Sebelumnya, mungkin kedua mobil ini sedih karena satu kontestan kuat lain yakni Ford Everest mengalami masalah dengan ATPM-nya di sini.
Kedua mobilnya ya yang sedih, ATPM-nya sih tidak tahu deh. Terus, bagaimana kedua mobil ini menghadapi satu sama lain dengan senjatanya masing-masing? Semuanya kami paparkan dalam tulisan berikut ini! Oh ya, yang kami jabarkan adalah Fortuner 2.4 G vs Pajero Sport Exceed dan Fortuner 2.4 VRZ vs Pajero Sport Dakar, semuanya yang 4×2, karena kami yakin tipe inilah yang bakal banyak diperhatikan konsumen.
Eksterior
bagian belakang toyota fortuner 2016 indonesia
Bagi mayoritas konsumen Fortuner dan Pajero Sport, mungkin akan mengamini bahwa keduanya punya desain dan gaya yang jauh membaik dibandingkan generasi sebelumnya, tapi harus diakui, Fortuner lebih main aman daripada Pajero Sport. Maksudnya adalah, desain Fortuner tidak punya elemen yang kelewat nyeleneh yang bisa bikin konsumen sangat suka atau malah sangat benci. Kebiasaan Toyota memang, rata-rata desain barunya harus bisa main aman (kecuali Sienta).
eksterior toyota fortuner 2016
Bahkan tarikan garis yang menonjol di sisi sampingnya itu masih tergolong desain yang menarik tapi masih aman, karena tidak begitu merusak penampilan keseluruhan. Di lain sisi, Mitsubishi mendesain Pajero Sport dengan… Entahlah, sebenarnya kesan futuristiknya sangat berhasil dicuatkan, terutama di mukanya. Kebanyakan chrome? Memang, tapi kalau melihat mobil ini langsung, bakal sepakat kalau muka depannya memang ganteng, bisa menandingi mukanya Fortuner. Terima kasih kepada muka dengan desain Dynamic Shield baru Mitsubishi.
Mitsubishi Pajero Sport baru 2016
Tapi kalau sudah melihat belakangnya, siapkan tisu. Lihatlah desain lampu remnya yang bagaikan “Air Mata Elif” itu. Tidak semua orang suka bagian ini, karena memang bukan desain yang bisa diterima seketika dengan mudah. Bukan tidak mungkin orang yang terjebak kemacetan persis di belakang Pajero Sport baru bakal ngedumel melihat bagian belakangnya. Tapi jika anda suka dengan desain ini, maka tidak ada masalah sama sekali. Overall, tetap saja keduanya membaik dibanding pendahulunya.
All New Pajero Sport baru 2016 versi Indonesia tampak belakang
Lalu kalau fitur di luarnya bagaimana? Persaingannya ketat, contohnya di bagian depan. Fortuner SRZ dan VRZ punya lampu Bi-LED untuk lampu dekat dan jauh, sementara Pajero Sport hanya untuk satu mode saja lampu LED-nya. Bagi pecinta kebersihan lampu mungkin akan memilih Pajero Sport Dakar, karena sudah punya headlamp washer bawaan, bisa membersihkan lampu depan dengan kekuatan mencuci 10 tangan 20 kaki. Setidaknya, keduanya sudah punya foglamp dan LED DRL.
headlamp led toyota fortuner 2016 indonesia
Keduanya sama-sama punya pelek 18 inci di varian SRZ, VRZ dan Dakar, sama-sama two tone juga meski beda model. Pilihan ban Fortuner waktu diluncurkan adalah Dunlop dan Bridgestone, sementara Pajero Sport adalah Dunlop dan Toyo. Dari sektor kaki-kaki, Pajero Sport Dakar menang di rem cakram belakang, sementara Fortuner masih teromol di varian mana pun. Akan tetapi, suspensi belakang Fortuner pakai 4-link sementara Pajero Sport 3-link.
Washer lamp Mitsubishi Pajero Sport 2016 baru versi Indonesia
Spion keduanya sama-sama punya lampu sein, tapi hanya Fortuner yang punya lampu welcome light di tipe tertentu. Keyless entry? Fortuner dan Pajero Sport punya hal itu. Sama halnya dengan roof rail, lampu belakang LED, sensor parkir, side step dan kamera parkir, baik Fortuner VRZ dan Pajero Sport Dakar punya juga hal-hal tadi. Akan tetapi, Pajero Sport Dakar menang atas sebuah sunroof, sementara Fortuner atapnya polos tanpa noda dan dosa. Yah, setidaknya Fortuner bisa bangga dengan cover ban serep kolongnya karena Pajero Sport tidak punya.
Interior
Kembali, Pajero Sport mau tidak mau harus mengakui kalau Fortuner punya desain dan finishing yang melebihi dirinya. Meski mirip dengan Kijang Innova dan Hilux, kami akui desain interior Fortuner sekarang membaik dari sebelumnya, itu belum termasuk lapisan kulit di beberapa sektor yang masih terlihat mata yang mengangkat kesan mewah. Panel kayu di sekitar tuas transmisinya juga bagus dan tidak terlihat murahan, tapi tetap saja ada plastik keras di beberapa bagian.
interior toyota fortuner 2016 indonesia
Sebaliknya, desain interior Pajero Sport tidak terlalu atraktif dibandingkan Fortuner. Kesan standar, biasa dan konvensional sangat tepat diutarakan untuk menggambarkan bagian dalamnya. Plastik-plastik keras pun sangat dominan, jauh lebih banyak plastik pada Pajero Sport daripada Fortuner, tidak termasuk panel kayu yang terkesan kuno dan murahan pada Pajero Sport Dakar. Anehnya, pada Pajero Sport Exceed, panel piano black-nya malah terkesan lebih mewah.
Head unit audio Pajero Sport baru 2016
Sisi baiknya, baik Fortuner maupun Pajero Sport punya bulit quality jempolan, jok kulit dengan pengaturan elektrik untuk pengemudi (di tipe VRZ dan Dakar), tilt & telescopic steering, MID, kamera parkir, navigasi, dan AC otomatis. Hanya saja AC otomatis pada Fortuner VRZ dikemas dengan bentuk yang lebih mewah daripada milik Pajero Sport, karena milik Pajero Sport desainnya mirip sekali dengan city car Mitsubishi Mirage. Desain panel instrumen dan head unit Fortuner juga lebih berkelas daripada Pajero Sport.
head unit toyota fortuner 2016 indonesia
Tapi sekarang saatnya Pajero Sport bersinar, karena di tipe Dakar, sudah ada rem parkir elektrik dan transmisi otomatis 8 percepatan, kelihatan lebih menggiurkan daripada rem tangan mekanik dan transmisi 6 percepatan otomatis milik Fortuner. Berikutnya, Pajero Sport Dakar punya sunroof, berguna untuk hiburan saat tamasya dan menunjang penampilan mobil 500 jutaan, sementara Fortuner tidak. Yang bisa diandalkan Fortuner untuk membalasnya adalah pilihan mode berkendara antara ECO dan PWR serta cooling box yang tak ada di Pajero Sport.
Fitur Electronic Parking Brake Mitsubishi Pajero Sport baru 2016
Sebagai penumpang bangku baris kedua, ada cara berbeda yang ditunjukkan Fortuner dan Pajero Sport untuk memanjakan penghuni baris itu. Fortuner lebih mementingkan fasilitas, maka dari itu Fortuner VRZ memiliki roof monitor – meskipun monitornya jelek – untuk penumpang belakang, pengait untuk gantungan, power outlet 12V dan mekanisme sliding di jok baris kedua. Jika ditanya soal ini, Pajero Sport hanya bisa gigit jari, karena itu semua tidak ia miliki, bahkan di tipe Dakar sekalipun.
kabin baris kedua toyota fortuner 2016 indonesia
Lalu, apa yang menjadi kelebihan Pajero Sport di baris kedua dibanding Fortuner? Dengan sangat yakin kami bisa menjawab : ruang. Baik ruang kaki maupun ruang kepala Pajero Sport punya kelegaan yang melebihi Fortuner, terlepas dari absennya fasilitas sliding yang berguna jika penumpang baris ketiga minta legroom lebih. Bergerak di kabin Pajero Sport rasanya lebih mudah daripada di kabin Fortuner. Fitur yang sama untuk keduanya adalah akses one touch tumble untuk baris ketiga, armrest belakang dengan cup holder serta ventilasi berikut kontrol AC di bagian atap.
Posisi duduk di jok tengah dan jok belakang Pajero Sport baru 2016
Tidak banyak yang bisa diceritakan di bangku baris ketiga kedua mobil ini. Di bagian tersebut, keduanya memiliki ventilasi AC, sabuk pengaman, tempat penyimpanan serta power outlet 12 V. Yang bisa ditunjukkan adalah ruang baris ketiga Pajero Sport kembali berjaya atas kelegaannya dibandingkan Fortuner. Jika saya yang punya tinggi 178 cm kepala dan kakinya mentok di Fortuner, maka kepala dan kaki saya masih punya ruang di Pajero Sport. Biarpun begitu, duduk di baris ketiga tetap bukan pilihan yang nyaman sekali di kedua mobil ini.
baris ketiga toyota fortuner 2016 indonesia
    Bagasi kedua mobil ini nyaris identik, dan keduanya punya metode pelipatan bagasi yang berbeda. Fortuner memilih bangku baris ketiga yang bisa dilipat menyamping seperti Kijang Innova, dan Pajero Sport memilih bangku baris ketiga yang bisa dilipat rata lantai dengan bagasi. Pelipatan keduanya masih tergolong mudah, dan untuk bangku baris keduanya hanya bisa dilipat ke depan saja secara sederhana. Di sini, Fortuner menang fitur bagasi karena pintu bagasinya sudah elektrik sementara Pajero masih pakai otot, tapi kembali Fortuner harus mengakui kalau ruang yang dimiliki Pajero Sport lebih lega, termasuk di bagasi.
bagasi toyota fortuner 2016 indonesia
    Fitur keselamatan kedua mobil ini pun bersaing. Fortuner G dan VRZ punya 3 airbags, lebih banyak daripada Pajero Sport yang hanya 2 di tipe manapun. Meski demikian, fitur keselamatan aktif Pajero Sport Dakar tidak buruk dengan adanya hill start assist, stability control, traction control dan lain sebagainya. Yang Dakar ya, bukan yang Exceed.
Ruang kabin interior Mitsubishi Pajero Sport baru 2016
    Sekilas untuk penumpang sudah kelihatan kesimpulan singkatnya, jika mau yang sajian fiturnya lengkap, ada di Fortuner VRZ, tapi kalau tidak mau sempit-sempitan dan fitur keselamatan aktifnya tersedia dengan layak, Pajero Sport Dakar adalah pilihan bijak.
Mesin
Mesin diesel milik Fortuner baru kini juga baru, berspesifikasi 2.400 cc 4 silinder turbo yang sama dengan Kijang Innova. Karena harus menanggung beban hidup yang lebih berat dari Kijang Innova, maka dari itu tenaga dan torsi mesin ini dinaikkan saat dipasang di Fortuner, mencapai 149 PS dan 400,1 Nm. Dibandingkan dengan mesin Pajero Sport Exceed, jelas Fortuner menang, karena mesin 2.500 cc 4 siliner turbo diesel Pajero Sport Exceed hanya mampu 136 PS dan 324 Nm saja. Apalagi soal transmisi, Fortuner punya 6 percepatan sementara Pajero Sport Exceed hanya 5 percepatan.
mesin toyota fortuner 2016 indonesia
    Tapi itu semua berubah saat Pajero Sport Dakar baru menyerang. Mesin baru milik Pajero Sport Dakar bisa membuat Fortuner terkesan lemah syahwat, karena meski spesifikasinya sama seperti Fortuner, 2.400 cc 4 silinder turbo diesel, tenaganya bisa mencapai 181 PS dan torsinya 430 Nm. Jangankan mesin, transmisi Pajero Sport Dakar yang 8 percepatan pun membuat transmisi 6 percepatan Fortuner seolah biasa saja.
Mesin Pajero Sport baru versi Indonesia 2016
Kesimpulan
Sebenarnya dengan semua kelebihan dan kekurangan yang ada pada masing-masing kontestan, kami merasakan persaingan yang sama kuat, tidak ada yang superior maupun inferior. Fortuner boleh bangga dengan desainnya yang aman, 3 airbags, interior yang bagus dan ditata lebih baik, fitur pemanja penumpang seperti roof monitor, cooling box, welcome light, pintu bagasi elektrik dan lain-lain. Tapi Fortuner harus fair, karena Pajero Sport Dakar bisa menang di mesin dan transmisi (yang Dakar, bukan yang Exceed), kabin lebih lega, rem parkir elektrik, sunroof, headlamp washer, rem cakram belakang dan lain-lain.
eksterior toyota fortuner 4wd 2016 indonesia
    Tapi kami sediakan konklusi singkat. Jika budget anda ada sekitar 460 jutaan dan harus memilih antara Fortuner G dan Pajero Sport Exceed, kami merasa Fortuner adalah yang paling pantas dibuatkan SPK-nya. Lain cerita jika anda rela menggelontorkan uang lebih hingga 500 jutaan, karena jika disuruh memilih Fortuner VRZ dan Pajero Sport Dakar, rasanya Pajero Sport Dakar adalah yang paling layak ditebus. Kembali lagi, pilihan ada di tangan dan saldomu.
Pajero-Sport-Indonesia-design
    Bagaimana menurutmu Fortuner jika dibandingkan dengan Pajero Sport? Sampaikan di kolom komentar dan simak tabel perbandingan antara keduanya di bawah ini!


- sumber Autonetmagz.com